Sudah punya akun twitter? Belum punya? Atau sudah punya tapi tidak terurus? Beberapa waktu ini banyak yang beralih mengeksiskan diri, setelah era friendster menghilang dan bergeser ke era facebook, sekarang masyarakat bergeser ke twitter atau tukang kicau dalam bahasa Indonesia. Mulai dari pejabat sekelas wakil presiden sampai menteri, selebritis, tokoh masyarakat, dosen, anak sekolah sampai orang-orang yang membuat akun atas nama orang lain. Hmmmm semuanya berlomba untuk menulis update statusnya, dan berkomentar tentang status orang lain. Semuanya merasa selebritis dan berharap semua orang mengetahui apa yang dia lakukan saat ini, ya.... saya juga termasuk! Siapa yang tidak ingin eksis dan terkenal.
Penyedia layanan ketiga untuk memudahkan kita mengupdate statuspun bermacam-macam, banyak sekali dan tidak perlu saya informasikan karena tinggal cari di google saja maka akan bertaburan program yang akan memudahkan kita untuk mengakses twitter dari komputer atau telepon genggam. Setiap orang bisa meng update dari mana saja dan kapan saja, bahkan ada program yang menggabungkan update status dimana dia berada sekarang. Tidak sampai disitu saja, ada pula program yang hanya mengkhususkan diri untuk handset tertentu. Biasanya semakin khusus maka akan semakin menunjukkan kelas, hehehehe.
Sesuatu yang paling khas lain adalah istilah yang jadi lagu mars twitter, “folback” alias follow back setelah orang lain menjadi pengintil alias pengikut account kita di twitter. Entah mengapa ini harus dilakukan, bukankah ketertarikan tersebut terjadi karena ada menggoda untuk membaca update status kita, entah karena lucu atau sarat informasi. Saya juga harus mengingatkan bahwa memiliki account twitter bukan untuk mencari followers yang banyak kan? Lalu bagaimana jika zero followers? Saya sendiri berpikir account twitter untuk mencari informasi secepat mungkin, bahkan terkadang informasinya lebih cepat dari media online.
Hal positif lain yang bisa ditemui adalah media komunikasi antar teman atau siapa saja, kembali ke format awal bahwa twitter termasuk media social network yang memang dipergunakan untuk berkomunikasi, paling tidak untuk beberapa perusahaan atau media atau selebritis terhadap penggemarnya, twitter bisa digunakan sebagai mesin pengupdate tercepat, hanya dengan 140 karakter sudah bisa memberikan informasi secepat kilat seperti flazzzh. Tapi kembali lagi, ini digunakan untuk membuat kita untuk tetap eksis dan ini termasuk kebutuhan dasar manusia, tidak percaya? Silakan cek piramida yang dibuat oleh Abraham Maslow.
Jangan lupa sosial network alias jejaring sosial adalah pembunuh waktu dan pengusir kebosanan paling efektif dimuka bumi ini, makanya gadget berlomba untuk memasukkan ini sebagai salah satu unsur penting software dan jika melihat iklan, semua wajib memasukkan program jejaring sosial jika ingin productnya laku, tinggal dikalikan saja berapa keuntungan penemu jejaring sosial ini. Saya juga melakukan hal yang sama tapi hanya untuk mengisi waktu luang ?. Ya, saya pikir manusiawi saja selama tidak terlalu berlebihan yang nantinya justru merepotkan kita sendiri.
Tidak hanya dampak positif, seperti mata uang pasti ada dampak negatif juga yang bisa kita dapat, jangan lupa bahwa Luna Maya pernah berseteru hebat dengan wartawan hanya gara-gara update status di twitter, sampai ke meja hijau dan mungkin anda sendiri telah mengikuti kasusnya, terutama buat penggemar gosip, tidak mungkin melewatkan. Dari sini bisa diambil kesimpulan bahwa status yang di update bisa membunuh karakter anda sendiri saat apa yang anda sampaikan bernada negatif, menyudutkan orang lain atau bertentangan dengan norma sosial dan hukum. Bahkan ada pula yang sengaja melakukan ini demi mendapatkan popularitas. Memang Twitter dan banyak jejaring sosial lain nyaris tanpa editing dan pemilik account bebas untuk melakukan apa saja terhadap accountnya.
Jangan Lupa juga bahwa terkadang kita bisa melihat sisi berbeda dari orang lain saat melihat accountnya, Orang yang berwibawa kesehariannya terlihat bawel di accountnya, orang yang serius terlihat sangat santai, orang yang ceroboh ternyata sangat bijaksana atau bahkan orang yang sangat garang bisa terlihat sangat lucu di accountnya. Sungguh bertolak belakang sekali dan saya yakin masih banyak hal lain. Kembali saya ingatkan, kontrol ada pada kita bukan pada orang lain karena pada saat mengupdate status tidak mungkin berkonsultasi terlebih dahulu.
Jejaring sosial bisa sebagai mesin pembunuh juga bisa membuat anda terkenal luar biasa, gunakan dengan bijak karena banyak hal positif dan negatif lain yang bisa terjadi. Terserah bagaimana mengelolanya karena anda sendirilah kontrolnya. Akan sangat susah jika anda tidak bisa memanfaatkannya sebaik mungkin. Be wise blogger... add me dodon_jerry at twitter ?.
Jerry Dodon - www.dodonjerry.blogspot.com
Halaman ini sudah dibaca sebanyak : 126 kali
Baca juga :
Majalah KangGURU Berakhir, Muncul Bulletin
Tahun kunjungan Museum 2010
Apa itu Cybercrime?
Pusat Hijau Kota, Hal yang terlupakan namun sangat bearti
Refleksi Tahun Baru 2010
Jangan Buang Botol Kosong
Berubah Dari Diri Sendiri untuk Masa Depan Lebih Baik
(2 Komentar)(29 November 2009 01:13:08)
INTERNATIONAL YOUTH CONFERENCE 2009
(3 Komentar)(20 Oktober 2009 22:37:49)
Kerahasiaan Surat Elektronik (E-Mail): Antara Mitos dan realita
Kerusakan Bumi, Fakta Yang Terabaikan !
(5 Komentar)(3 Juli 2009 09:50:56)
Consultative Meeting, IELTS Orientation dan Lesson Learned Workshop Kang Guru Indonesia di IALF Bali
Gerah dengan dunia perkomedian Indonesia
(4 Komentar)(27 April 2009 16:17:13)
PERTEMUAN KONSULTASI KANG-GURU 23-31 OKTOBER DI IALF BALI (Bag.2)
(5 Komentar)(12 Oktober 2009 20:31:46)
Mengikuti Pertemuan Konsultasi KangGURU 23-31 Oktober 2008 di IALF Bali (Bag.1)
(6 Komentar)(15 Mei 2009 20:01:28)
Rindu Kartu Lebaran
Betapa Kecilnya Kita
(3 Komentar)(8 Desember 2008 19:22:08)
Puasa, Obat dan Makanan
(1 Komentar)(8 September 2008 21:00:58)
Sebelum Kamu Ceraikan, Bopong Aku Dulu...!
(3 Komentar)(4 Januari 2009 17:13:27)
Bahaya Merokok
Jaranan menghibur warga Rasau Jaya I
(12 Komentar)(29 Juli 2008 12:12:26)