Hubungan Indonesia dan Australia yang pasang surut beberapa waktu yang lalu sedikit demi sedikit mencair dan semakin mesra menuju dua negara yang penuh saling pengertian dengan dinamika masing masing. Indonesia merupakan sahabat penting Australia kini semakin mesra dengan adanya diluncurkannya program AIBEP atau merupakan kepanjangan dari Australia Indonesia Basic Education Program yang sudah banyak dirasakan manfaatnya bagi kedua negara.
Di satu sisi Australia sangat berkepentingan dengan pesatnya kualitas dan kuantitas pendidikan di Indonesia yang merupakan pasar yang menjanjikan bagi menjamurnya tawaran pendidikan tinggi dan menengah Australi. Sedangkan bagi Indonesia, program AIBEP ini membantu masyarakat kurang mampu menjadi melek Pendidikan dan akses memperoleh infrastruktur pendidikan kini semakin terbuka. KangGURU Indonesia melalui perwakilannya di Indonesia, para Champion , turut menyukseskan program yang dikelola sepenuhnya oleh AIPRD (Australia Indonesia Partnership for Reconstruction and Development ) dengan dana yang bersumber dari pemerintah Australia. Berikut laporannya
Penghentian Majalah KangGURU Indonesia
Dalam rapat konsultatif (Consultative Meeting) yang diselenggarakan di gedung IALF (Indonesia Australia Language Foundation) dihadiri oleh 7 (tujuh) orang perwakilan KangGURU Indonesia di Indonesia. Ketujuh orang pilihan ini merupakan hasil seleksi KangGURU Indonesia dari ribuan netters yang aktif dalam forum KangGURU Indonesia (dulu bernama KangGURU Radio English –KGRE- red). Mereka adalah Suryadi (Champion Madura), Fadel (Champion Mataram-Lombok) , Keyko (Champion Semarang-Jawa Tengah), Ririn Pudya (Champion Jakarta), Saptari Wibowo (Champion Medan) , Syahrir Badulu TESOL (Champion Makasar-Sulawesi Selatan) dan penulis sendiri Champion Pontianak – Kalimantan Barat).
”KangGURU Indonesia kini tidak lagi memproduksi majalah KangGURU mulai edisi bulan Juni, September dan Desember 2010. AusAID memberikan sinyal perpanjangan KangGURU Indonesia yang seharusnya ditutup pada tanggal 30 Juni 2010 ini diperpanjang hingga Desember 2010 mendatang. Sebagai pengganti Majalah KangGURU Indonesia, akan digantikan dengan Bulletin dengan format yang berbeda tentunya dengan versi majalah KangGURU Indonesia” tegas Kevin Dalton, Project Manager KangGURU Indonesia dalam kata pembukanya membuka diskusi itu.
Kevin juga menegaskan bahwa AusAID menargetkan KangGURU Indonesia untuk memperoleh minimal 50 (Lima Puluh) Radio Swasta yang tersebar di seluruh Indonesia terutama di daerah di mana para perwakilan KangGURU Indonesia (Champions- red) itu ditempatkan. Kevin juga mengatakan bahwa ada 3 (tiga-red) hal yang menjadikan KangGURU Indonesia semakin diterima di Indonesia antara lain adalah Public Diplomacy , promotion dan training. Public Diplomacy di sini, tegas Kevin , adalah melakukan serangkaian peredaran Majalah KangGURU Indonesia , penyiaran program KangGURU Indonesia melalui Radio RRI dan Swasram, dan juga media lainnya. Sedangkan Promotion diartikan sebagai penyampain materi pelajaran Bahasa Inggris bermutu tinggi Australia bagi sekolah menengah di Indonesia.
Oleh karena itulah, kata Kevin , AusAID meminta KangGURU Indonesia untuk memikirkan ke depan bagaimana memperoleh 50 radio swasta untuk menyiarkan kangGURU Indonesia diluar dari program KangGURU Indonesia yang sudah ada di RRI di seluruh Indonesia. “Idealnya sih memang sebanyak banyaknya radio swasta kalaw bisa, namun untuk sementara ditargetkan 50 radio swasta dahulu, dan di sinilah peran kalian sebagai Champion KangGURU Indonesia memainkan peran penting untuk menindaklanjuti penyebaran program kangGURU Indonesia ini” tegas Ogi Yutarini, Project Coordinator KangGURU Indonesia.
Ogi menjelaskan kembali defisini dari Radio Swasta yang dimaksud. “Kami mengharapkan Champion untuk bisa meninjau dan mengamati radio swasta mana yang dimaksud. Namun sebagai petunjuknya bahwa Radio Swasta terdiri dari radio Swasta itu sendiri, radio sekolah , radio komunitas serta radio Pemerintah daerah atau Pemda” tegas Ogi. Sedangkan penerbitan Majalah KangGURU Indonesia diganti dengan penerbitan Bulletin yang akan diterbitkan dua kali sebelum berakhirnya tahun 2010 ini. ” Oleh karena itulah Bulletin yang akan diterbitkan nanti harus berbeda dengan format majalah KangGURU Indonesia, setidaknya kandungan konten isinya mencapai 30 persen dari format Majalah KangGURU Indonesia” kata Kevin Dalton
Bulletin KangGURU Indonesia
Berbagai ide , usulan dan rancangan format Bulletin KangGURU Indonesia ditembakkan oleh semua perwakilan KangGURU Indonesia (Champion –red) dalam diskusi yang berlangsung secara maraton selama 3 hari itu. Berbagai nama unik disampaikan oleh semua Champion, misalnya Saptari Wibowo (Champion Medan) yang mengusulkan nama bulletin KangGURU menjadi KGILA artinya KangGURU Gratis Informative, Learning Resources, Adjustablle. Juga berbagai nama Unik lainnya seperti “The Hatched, The Roo, Edutainment, The KGI Explorer, The Pouch, G’day Mate, Boomerang (Yang ini usulan dariku hehehee-red), KGI doctor , Kokaburra, Just KGI dan masih banyak lagi nama lainnya yang unik, lucu kadang menggelikan.
Usulan mengenai format isi Bulletin KangGURU Indonesia juga tidak kalaw serunya dengan bahasan format dan disain grafisnya. Misalnya usulan agar Bulletin KangGURU Indonesia tetap mengutamakan berita dan informasi dari AusAID karena lembaga itulah yang memberikan funding bagi KangGURU Indonesia. Selebihnya usulan agar bulletin KangGURU Indonesia juga berisi tentang teacher corner, student corner, get it right, share dan care material, Biography, Intermezoo, OZ Indo in Nusantara (ini usulannya Syahrir Badulu – red) dan juga KangGURU Jump.
Peran Champion dengan Sekolah AIBEP.
Untuk poin diskusi terakhir ini menjadi perdebatan dari kalangan internal para Champion yang berasal dari berbagai propinsi di Indonesia itu. Sejak dari semua, peran perwakilan kangGURU Indonesia di Indonesia sebatas sebagai tenaga sukarela (Volunteer –red) sehingga tidak dapat dibebankan beban target tertentu karena memang sukarelawan tidak dapat dipaksa untuk melakukan “pekerjaan: melebihi porsinya sebagai tenaga sukarela. Hal ini menjadi bahan diskusi para Champion saat KangGURU Indonesi mulai melakukan tekanan kepada para Champion untuk berperan lebih aktif dalam program sekolah AIBEP di Indonesia.
“Tidak mungkin aja donk kangGURU Indonesia mendesak Champion berbuat lebih jauh dari sebagai tenaga sukarelawan. Dengan adanya beban mencari radio baru sebanyak 50 ini mau tidak mau seperti pekerjaan. Dan yang namanya pekerjaan tentu ada hak dan kewajibannya. Kewajiban sudah jelas mencari radio swasta 50 buah, namun apa hak Champion di sini kan tidak jelas” kata Syahrir Badulu. Ayah lima orang anak yang baru saja ditinggal wafat orantuanya di Taksimalaya itu menegaskan bahwa peran Tenaga Sukarelawan tidak bisa dilepaskan begitu saja dari tanggung Jawab kangGURU Indonesia terhadap Champion.
Dan memang tidak semua propinsi para Champion itu terdapat sekolah AIBEP. “Di Medan tidak ada itu sekolah AIBEP” cetus Saptari Wibowo. Kevin juga menegaskan bahwa hanya ada beberapa Champion yang sudah berinteraski dan meninjau secara langsung sekolah sekolah AIBEP misalnya Suryadi di Madura, Fadel di Mataram , dan saya sendiri. Banyak memang sekolah AIBEP yang berada di Kalimantan Barat, namun kendala geografis menyulitkan untuk peninjauan ke sekolah bantuan dana Pemerintah Australia tersebut. Dari pantauan penulis ketika mendampingi Ogi Yutari ke RRI Sintang, kami sempat mengunjungi salah satu SMP bantuan AIBEP di Sintang, kehadiran sekolah AIBEP sangat membantu masyarakat setempat akan akses Pendikan.
Keterangan Photo :
Saat berlangsungnya pertemuan konsultatif KangGURU Indonesia dan Para Perwakilan KangGURU Indonesia (Champion) yang membahas bulletin KangGURU Indonesia dan program AIBEP di IALF Bali dari tanggal 11 - 14 Juni 2010 lalu. Photo Asep Haryono
Laporan Asep Haryono. Bali
Halaman ini sudah dibaca sebanyak : 56 kali
Baca juga :
Twitter oh Twitter
Tahun kunjungan Museum 2010
Apa itu Cybercrime?
Pusat Hijau Kota, Hal yang terlupakan namun sangat bearti
Refleksi Tahun Baru 2010
Jangan Buang Botol Kosong
Berubah Dari Diri Sendiri untuk Masa Depan Lebih Baik
(2 Komentar)(29 November 2009 01:13:08)
INTERNATIONAL YOUTH CONFERENCE 2009
(3 Komentar)(20 Oktober 2009 22:37:49)
Kerahasiaan Surat Elektronik (E-Mail): Antara Mitos dan realita
Kerusakan Bumi, Fakta Yang Terabaikan !
(5 Komentar)(3 Juli 2009 09:50:56)
Consultative Meeting, IELTS Orientation dan Lesson Learned Workshop Kang Guru Indonesia di IALF Bali
Gerah dengan dunia perkomedian Indonesia
(4 Komentar)(27 April 2009 16:17:13)
PERTEMUAN KONSULTASI KANG-GURU 23-31 OKTOBER DI IALF BALI (Bag.2)
(5 Komentar)(12 Oktober 2009 20:31:46)
Mengikuti Pertemuan Konsultasi KangGURU 23-31 Oktober 2008 di IALF Bali (Bag.1)
(6 Komentar)(15 Mei 2009 20:01:28)
Rindu Kartu Lebaran
Betapa Kecilnya Kita
(3 Komentar)(8 Desember 2008 19:22:08)
Puasa, Obat dan Makanan
(1 Komentar)(8 September 2008 21:00:58)
Sebelum Kamu Ceraikan, Bopong Aku Dulu...!
(3 Komentar)(4 Januari 2009 17:13:27)
Bahaya Merokok
Jaranan menghibur warga Rasau Jaya I
(12 Komentar)(29 Juli 2008 12:12:26)